Selasa, 03 Juli 2018

Biografi Bob Sadino


Paper Kewirausahaan                                                                                      Medan,  Juli 2018

BIOGRAFI BOB SADINO

Dosen Penanggung Jawab
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Disusun oleh
Mora Asido F situmorang       171201216
Hut 2 D












LOGO USU











PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018













            BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhlan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses guna meningkatkan pendapatan. Intinya seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya.
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hughes dan Kapoor mendefinisikan bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan kkeuntungan dalam memenuhi keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industry. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut entrepreneur.
Perencanaan bisnis atau business plan merupakan penelitian mengenai kegiatan organisasi sekarang dan yang akan datang dan menyusun kegiatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan

1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana biografi pengusaha?
2.      Bagaimana kiat-kiat sukses pengusaha tersebut?
3.      Apa saja tantangan yang dihadapi pengusaha?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui biografi pengusaha
2.      Untuk mengerahui kiat-kiat sukses pengusaha
3.      Untuk mengetahui tantangan yang dihadapi pengusaha

























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biografi Pengusaha
Beliau bernama lengkap Bob Sadino. Lahir di Lampung, tanggal 9 Maret 1933, wafat pada tanggal 19 Januari 2015. Beliau akrab dipanggil dengan sebutan ‘om Bob’. Ia adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.
2.2 Kiat-kiat sukses
Ingat, Anda tidak benar-benar menjadi pebisnis ketika Anda tidak kenal dengan sosok lelaki paru baya dengan rambut putih dan celana pendek ini. Ya, Bob Sadino atau sering dipanggil Om Bob ini adalah sosok pebisnis fenomenal. Bukan hanya dari penampilan yang terbilang ala kadarnya tak seperti pebisnis lain yang berdasi dan berkoper, melainkan juga kisah suksesnya dalam membangun bisnis yang dimulai dari bawah. Meski sudah wafat, Anda perlu meniru jalur kesuksesannya jika Anda benar-benar ingin menjadi pengusaha sukses. Kisah kesuksesannya tidak luput dari kegagalan demi kegagalan yang sudah ia lalui sepanjang karirnya. Bahkan, diceritakan, ia pernah menjadi supir dan tukang batu. Tentu, sejarah kehidupannya juga yang menjadi pondasi kokoh dari dunia bisnisnya. So, jika ingin sukses seperti Om Bob, perhatikan tips-tips berikut ini
Berani memulai
Jika Anda membaca kisah sukses atau biografi Om Bob, maka akan Anda dapati bahwa semua yang ia lakukan diawali dengan keberanian untuk memulai bisnis. Banyak dari mereka yang hendak memulai bisnis namun takut gagal. Baru mau memulai saja tidak berani, apalagi jika benar-benar memulai? Anda perlu tahu kisah keberanian Om Bob dalam memperkenalkan ayam negeri dan terlurnya di pasar bebas walau saat itu ayam kampung masih mendominasi pasar. Walau gagal, itu menjadikan sebuah vitamin bagi Om Bob untuk terus berinovasi dan berusaha lebih baik lagi.
Jangan terlalu banyak mikir
Anda tentu pernah mendengar Om Bob mengatakan, ‘kalau mikir terus, kapan kerjanya?’. Ya, kalimat singkat ini merupakan pesan sarat makna. Memang benar, kita perlu berpikir dan menganalisa, namun tidak kemudian seluruh sumber daya energy, waktu dan modal habis untuk berpikir dan menganalisa. Lebih jauh lagi jika hasil analisa menunjukkan hal negatif. Ini akan membuat Anda  bersikap pesimis. Padahal, jika Anda sudah take action bisa jadi, analisa Anda salah. Maka, actionterlebih dahulu kemudian sambil berjalan sambil memperbaiki.
Tidak ada sukses yang instan
Ini penting untuk dicatat dan ditanamkan dalam benak Anda. Untuk menjadi sukses, bukanlah sesuatu yang instant yang bisa terjadi saat itu juga. Jika Anda mendapat kesuksesan instant maka bersiaplah untuk terjun bebas secara instant pula. Itu karena dunia bisnis membutuhkan pondasi yang kuat agar tetap eksis dan berkibar. Komitmen yang kuat, impian, semangat, tidak mudah menyerah dan selalu optimis merupakan kata kunci yang harus dilalui. Om Bob mengatakan yang intinya adalah jika sesuatu itu didapatkan dengan mudah maka sesuatu itu akan menghilang dengan cara yang mudah pula.
2.3 Tantangan Dalam Menjalankan Usaha
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan “senjata” pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap. Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa diperbaiki. Setelah itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok.
 Jika dia membeli rokok, besok keluarganya tidak akan mampu membeli beras.
“Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati. Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya. Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. “Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob.


                                                                        BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      Bob Sadino. Lahir di Lampung, tanggal 9 Maret 1933, wafat pada tanggal 19 Januari 2015. Beliau akrab dipanggil dengan sebutan ‘om Bob’. Ia adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan.
2.      Bob Sadino atau sering dipanggil Om Bob ini adalah sosok pebisnis fenomenal. Bukan hanya dari penampilan yang terbilang ala kadarnya tak seperti pebisnis lain yang berdasi dan berkoper, melainkan juga kisah suksesnya dalam membangun bisnis yang dimulai dari bawah.
3.      Kisah kesuksesannya tidak luput dari kegagalan demi kegagalan yang sudah ia lalui sepanjang karirnya. Bahkan, diceritakan, ia pernah menjadi supir dan tukang batu.

3.2 Saran
Sebaiknya kita dapat mengikuti kiat-kiat yang dimiliki Bob Sadinodalam membangun bisnisnya, dia tetap tenang dalam menghadapi masalah yang dihadapinya.