Paper
Kewirausahaan Medan, Juli 2018
BIOGRAFI BOB SADINO
Dosen Penanggung Jawab
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Disusun oleh
Mora Asido F situmorang 171201216
Hut 2 D

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan
untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi
dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang
selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan
berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.
Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang
telah dicapainya. Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan
melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang
dibutuhlan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta
memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia
nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses guna meningkatkan pendapatan.
Intinya seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha
dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya.
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh
sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi
dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hughes dan
Kapoor mendefinisikan bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang
terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan
kkeuntungan dalam memenuhi keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan
ada dalam industry. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung
resiko dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut entrepreneur.
Perencanaan bisnis atau business plan merupakan penelitian mengenai kegiatan
organisasi sekarang dan yang akan datang dan menyusun kegiatan untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen
perencanaan
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
biografi pengusaha?
2. Bagaimana
kiat-kiat sukses pengusaha tersebut?
3. Apa
saja tantangan yang dihadapi pengusaha?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui biografi pengusaha
2. Untuk
mengerahui kiat-kiat sukses pengusaha
3. Untuk
mengetahui tantangan yang dihadapi pengusaha
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biografi Pengusaha
Beliau bernama
lengkap Bob Sadino. Lahir di Lampung, tanggal 9 Maret 1933,
wafat pada tanggal 19 Januari 2015. Beliau akrab dipanggil dengan sebutan ‘om
Bob’. Ia adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang
pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick.
Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek
dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah
keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi
seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah
dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk
berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap
selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota
Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob
bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967,
Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya,
buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di
Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa
lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari
pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertama
yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil
Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu
ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena
tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu.
Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan
hidup yang dialaminya.
2.2 Kiat-kiat sukses
Ingat,
Anda tidak benar-benar menjadi pebisnis ketika Anda tidak kenal dengan sosok
lelaki paru baya dengan rambut putih dan celana pendek ini. Ya, Bob Sadino atau
sering dipanggil Om Bob ini adalah sosok pebisnis fenomenal. Bukan hanya dari
penampilan yang terbilang ala kadarnya tak seperti pebisnis lain yang berdasi
dan berkoper, melainkan juga kisah suksesnya dalam membangun bisnis yang
dimulai dari bawah. Meski sudah wafat, Anda perlu meniru jalur kesuksesannya
jika Anda benar-benar ingin menjadi pengusaha sukses. Kisah kesuksesannya tidak luput dari kegagalan demi kegagalan
yang sudah ia lalui sepanjang karirnya. Bahkan, diceritakan, ia pernah menjadi
supir dan tukang batu. Tentu, sejarah kehidupannya juga yang menjadi pondasi
kokoh dari dunia bisnisnya. So, jika ingin sukses seperti Om Bob, perhatikan
tips-tips berikut ini
Berani memulai
Jika Anda
membaca kisah sukses atau biografi Om Bob, maka akan Anda dapati bahwa semua
yang ia lakukan diawali dengan keberanian untuk memulai bisnis. Banyak dari
mereka yang hendak memulai bisnis namun takut gagal. Baru mau memulai saja
tidak berani, apalagi jika benar-benar memulai? Anda perlu tahu kisah
keberanian Om Bob dalam memperkenalkan ayam negeri dan terlurnya di pasar bebas
walau saat itu ayam kampung masih mendominasi pasar. Walau gagal, itu
menjadikan sebuah vitamin bagi Om Bob untuk terus berinovasi dan berusaha lebih
baik lagi.
Jangan terlalu banyak mikir
Anda tentu
pernah mendengar Om Bob mengatakan, ‘kalau mikir terus, kapan kerjanya?’. Ya,
kalimat singkat ini merupakan pesan sarat makna. Memang benar, kita perlu berpikir
dan menganalisa, namun tidak kemudian seluruh sumber daya energy, waktu dan
modal habis untuk berpikir dan menganalisa. Lebih jauh lagi jika hasil analisa
menunjukkan hal negatif. Ini akan membuat Anda bersikap pesimis. Padahal,
jika Anda sudah take action bisa jadi, analisa Anda salah.
Maka, actionterlebih dahulu kemudian sambil berjalan sambil
memperbaiki.
Tidak ada sukses yang instan
Ini penting
untuk dicatat dan ditanamkan dalam benak Anda. Untuk menjadi sukses, bukanlah
sesuatu yang instant yang bisa terjadi saat itu juga. Jika
Anda mendapat kesuksesan instant maka bersiaplah untuk
terjun bebas secara instant pula. Itu karena dunia bisnis
membutuhkan pondasi yang kuat agar tetap eksis dan berkibar. Komitmen yang
kuat, impian, semangat, tidak mudah menyerah dan selalu optimis merupakan kata
kunci yang harus dilalui. Om Bob mengatakan yang intinya adalah jika sesuatu
itu didapatkan dengan mudah maka sesuatu itu akan menghilang dengan cara yang
mudah pula.
2.3 Tantangan Dalam Menjalankan Usaha
Pada
1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Kala itu dia membawa serta dua
mobil Mercedes miliknya. Satu mobil dijual untuk membeli sebidang tanah di
Kemang, Jakarta Selatan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia,
Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk
bekerja secara mandiri. Satu mobil Mercedes yang tersisa dijadikan “senjata”
pertama oleh Bob yang memilih menjalani profesi sebagai sopir taksi gelap.
Tetapi, kecelakaan membuatnya tidak berdaya. Mobilnya hancur tanpa bisa
diperbaiki. Setelah
itu Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan. Gajinya ketika itu hanya
Rp100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.
Bob merasakan bagaimana pahitnya menghadapi hidup tanpa memiliki uang. Untuk
membeli beras saja dia kesulitan. Karena itu, dia memilih untuk tidak merokok.
Jika dia membeli rokok, besok keluarganya
tidak akan mampu membeli beras.
“Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati. Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya. Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. “Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob.
“Kalau kamu masih merokok, malam ini besok kita tidak bisa membeli beras,” ucap istrinya memperingati. Kondisi tersebut ternyata diketahui teman-temannya di Eropa. Mereka prihatin. Bagaimana Bob yang dulu hidup mapan dalam menikmati hidup harus terpuruk dalam kemiskinan. Keprihatinan juga datang dari saudara-saudaranya. Mereka menawarkan berbagai bantuan agar Bob bisa keluar dari keadaan tersebut. Namun, Bob menolaknya. Dia sempat depresi, tetapi bukan berarti harus menyerah. Baginya, kondisi tersebut adalah tantangan yang harus dihadapi. Menyerah berarti sebuah kegagalan. “Mungkin waktu itu saya anggap tantangan. Ternyata ketika saya tidak punya uang dan saya punya keluarga, saya bisa merasakan kekuatan sebagai orang miskin. Itu tantangan, powerfull. Seperti magma yang sedang bergejolak di dalam gunung berapi,” papar Bob.
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
Bob Sadino. Lahir di Lampung, tanggal 9 Maret 1933, wafat pada tanggal
19 Januari 2015. Beliau akrab dipanggil dengan sebutan ‘om Bob’. Ia adalah
seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan.
2.
Bob
Sadino atau sering dipanggil Om Bob ini adalah sosok pebisnis fenomenal. Bukan
hanya dari penampilan yang terbilang ala kadarnya tak seperti pebisnis lain
yang berdasi dan berkoper, melainkan juga kisah suksesnya dalam membangun
bisnis yang dimulai dari bawah.
3.
Kisah kesuksesannya tidak
luput dari kegagalan demi kegagalan yang sudah ia lalui sepanjang karirnya.
Bahkan, diceritakan, ia pernah menjadi supir dan tukang batu.
3.2
Saran
Sebaiknya
kita dapat mengikuti kiat-kiat yang dimiliki Bob Sadinodalam membangun
bisnisnya, dia tetap tenang dalam menghadapi masalah yang dihadapinya.